Arang kayu di hasilkan dari pemanasan bahan
Mengatur jumlah udara/oksigen yang diperlukan selama proses konversi kayu menjadi arang berlangsung di dalam tungku dengan metode pemanasan langsung adalah salah satu seni/keahlian dasar yang sangat vital bagi pembuat arang atau operator tungku. Beberapa hal yang mungkin terjadi dan penyebabnya terkait dengan pengaturan input udara/oksigen kedalam tungku antara lain adalah :
- Kayu/muatan tungku hanya menjadi arang sebagian, hal yang biasa terjadi pada pemula disebabkan kurangnya pasokan udara atau terlalu cepat menutup lubang udara masuk sementara proses karbonisasi belum selesai. Pengaturan biasanya berdasarkan pengamatan pada kondisi asap yang dihasilkan selama proses, umumnya pengaturan pasokan udara didasarkan pada warna, bau atau temperatur asap yang keluar dari tungku.
- Sebagian besar muatan terbakar menjadi abu. Lubang pasokan udara terbuka terlalu lama atau terjadi kebocoran udara pada tungku, pada tahap akhir proses pengarangan/pirolisis, terjadi kenaikan temperatur di dalam tungku secara mendadak disebabkan muatan/kayu beralih ke fase eksothermik dimana kayu atau bahan baku tidak lagi memerlukan panas untuk proses konversi menjadi arang, bahkan menghasilkan panas akibat pelepasan ikatan-ikatan kimia, tahapan kritis yang memerlukan pengawasan intensif.
- Arang yang dihasilan rapuh dan banyak menjadi debu/serpihan kecil, terlalu banyak pasokan udara dari awal proses sampai tahap akhir, menyebabkan kenaikan temperatur yang terlalu cepat pada tahap penguapan air/pengeringan bahan baku hingga uap air bertekanan tinggi di bagian dalam kayu keluar secara paksa dan mencabik bagian-bagian kayu.
Bersambung …
No comments:
Post a Comment